MULIA MAKASSAR.COM:
Menyebar kebaikan seringkali datang dari hal-hal yang paling sederhana. BAZNAS Kota Makassar misalnya. Lembaga pemerintah nonstruktural ini kembali menunjukkan denyut solidaritasnya yang khas, yang hangat, bergerak cepat, dan tepat sasaran. Yaitu, membagikan masker gratis bagi pengguna jalan raya di sejumlah lokasi, hingga kepada anak anak Sekolah Dasar.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA melalui sambungan seluler di sela sela mengukuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BAZNAS di Jakarta, Kamis, 15 Oktober siang ini mengemukakan, aksi bagi-bagi masker gratis adalah bentuk demokratisasi kesehatan. BAZNAS memastikan bahwa, perlindungan kesehatan bukanlah hak istimewa milik kaum borjuis, atau kelas sosial menengah ke atas semata, melainkan hak setiap warga negara, tanpa memandang status sosial.
“Tentunya, aksi aksi sebar masker gratis ke pengguna jalan raya yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar sejak Rabu kemarin, hari ini, dan besok, adalah bentuk dukungan konkret kami terhadap program dan himbauan dari Walikota Makassar, Bapak Munafri Arifuddin di bidang kesehatan, khususnya para pekerja dan pengguna jalan lainnya yang setiap hari berada di jalanan,” tuturnya.
Di bagian lain H. Usman Sofian mengakui, disaat BAZNAS membagikan masker gratis, maka lembaga ini sedang mempraktikkan apa yang disebut sebagai responsive philanthropy, atau filantropi responsif. Di mana, BAZNAS tidak mau menunggu masyarakat jatuh miskin, akibat sakit lantaran terhirup debu atau asap kiriman dari daerah lain ke Makassar.
Menurutnya, pembagian masker gratis oleh BAZNAS mengajarkan tentang sebuah pelajaran berharga tentang evolusi filantropi di Indonesia. Bahwa filantropi bukanlah tentang “siapa yang punya lebih lalu memberi sisa”, tentang belas kasihan yang merendahkan. Lebih dari itu, filantropi adalah tentang empati yang terorganisir, solidaritas yang tak kenal lekat, dan kehadiran negara—melalui institusi pengelola zakat—di saat rakyatnya paling membutuhkan. Di balik selembar masker sederhana itu, tersimpan pesan yang kuat, bahwa dalam menghadapi krisis sebesar apa pun, kita tidak pernah benar-benar sendirian, karena ada rajutan cinta kasih filantropi yang senantiasa menopang.
“Makanya, BAZNAS bergerak proaktif memutus rantai penularan tersebut. Dalam konteks ini, selembar masker gratis, adalah instrumen perlindungan jiwa, yang merupakan salah satu tujuan utama syariat Islam yang paling fundamental. Di sinilah intervensi filantropi BAZNAS menjadi sangat krusial,” urai Uso–sapaan akrabnya seraya menambahkan, pada 9 November, atau bersamaan dengan HUT Kota Makassar ke 419 nanti, Walikota Makassar akan mendeklarasikan Makassar sebagai kota filantropi nasional.
Bagi bagi masker gratis BAZNAS Makassar yang dimulai dari perbatasan Makassar-Kabupaten Gowa itu dipimpin Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Rijal, serta Syarifuddin Pattisahusiwa, serta mahasiswa magang dari dua kampus yakni Sekolah Tinggi Agama Islam (ISTIA) Al-Azhar Gowa Rifai, dan Nuh. Rayhan. Serta empat mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar masing masing Julkarnain Putra Bethan, Nirwana Dwi Absari, Mama Rayhan, serta Andi Mutmainna. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)