Saturday, October 24, 2026

Mulia Makassar

My WordPress Blog
FLASH
ADVERTISEMENT (slot 2)
ADVERTISEMENT (slot 3)
Uncategorized

Dari Rakornas, BAZNAS Makassar Tancap Gas Salurkan Zakat Muzakki ke Pulau

MULIAMAKASSAR,COM:

Begitu palu penutupan Rakornas BAZNAS 2026 diketok, 15 Oktober lalu, BAZNAS Makassar langsung “tancap gas”. Tidak memerlukan waktu lama bagi lembaga amil terpercaya dan amanah ini untuk menerjemahkan hasil evaluasi dan proyeksi nasional ke dalam kerja-kerja nyata di lapangan. Target mereka kali ini bukan sekadar wilayah daratan perkotaan yang mudah diakses, melainkan kepulauan.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian mengemukakan, setelah Rakornas, seluruh jajaran BAZNAS se Indonesia mendapat suntikan semangat dan arahan strategi bagaimana memperluas jangkauan dan tepat sasaran zakat. Dari Arahan Rakornas BAZNAS itulah, makanya zakat para muzakki, harus dan sesegera mungkin dirasakan para mustahik, termasuk saudara-saudara muslim di pulau terluar.

Buktinya, Senin, 19 Oktober lalu, didampingi Wakil Ketua I (H. Yusran Sofyan), dan Wakil Ketua II (Abdul Azis Ilyas), H Usman Sofian memimpin tim BAZNAS ke pulau Barrang Caddi. Kehadiran mereka ke gugusan Spermonde ini sebagai penanda bahwa, amanah dari muzakki (pemberi zakat) disikapi dengan penuh tanggung jawab.

“Jadi kami ke pulau Barrang Caddi itu untuk membawah amanah para muzakki hingga ke tangan para mustahik yang benar-benar membutuhkan, meski menembus gelombang laut, dan teriknya matahari,” tutur H. Usman Sofian di ruang kerjanya, Rabu, 21 Oktober pagi ini, seraya mengakui bagi BAZNAS , penting dari catatan tertinggi pengelola zakat nasional tidaklah semata-mata rekomendasi di atas kertas, melainkan sebuah perintah yang langsung dilaksanakan secara cepat dan tepat sasaran.

Pria Bugis kelahiran 46 tahun lalu yang menyelesaikan studi Doktor di UMI Makassar itu mengaku, aksi “tancap gas” ini bukan semata bentuk pertanggungjawaban moral, dan transparan kepada muzakki, melainkan sekaligus kepingin bahwa, setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikumpulkan disalurkan secara by name, by address, langsung kepada mereka yang paling mampu.

Artinya, zakat bukan lagi sekedar kegiatan amal yang bersifat karitatif semata, namun menjadi instrumen keadilan sosial yang merata. Dengan mendatangi pulau-pulau, BAZNAS menunjukkan bahwa tidak ada jarak yang terlalu jauh jika niatnya mengabdi kepada umat. Alasannya jelas. Islam mengajarkan bahwa hak mustahik bersifat universal.

Di pulau tujuan, Barrang Caddi, senyum merekah dari keluarga nelayan tradisional terlihat sumringah. Mulai dari murid SD, dan SMP sebanyak 10 orang, ada pula bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, bantyuan stunting, bantuan pengobatan, hingga insentif bagi pemandi jenazah. Jumlahnya mencapai Rp20.250.000,-

Sebelum menutup pernyataannya, ia mengakui aksi ‘tancap gas’ yang dilakukan BAZNAS Makassar juga sangat berkaitan dengan visi dan misi BAZNAS Makassar periode 2026-2031. Visi ‘Mewujudkan tata kelola zakat yang Amanah, Profesibal, Insklusif, dan Ber-DAMPAK. Sementara misinya meliputi pemberian pelayanan prima, pembudayaan zakat sebagai gaya hidup, peningkatan pengumpulan ZIS untuk pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial, penggerakan dakwah Islam, serta penerapan manajemen pengelolaan berbasis teknologi informasi yang transparan dan akuntabel.

“Visi dan misi BSAZNAS Makassar ini sangat beririsan dengan visi Pemerintah Kota Makassar periode 2025-2030 yaitu ‘Makassar unggul, Insklusif, Aman, dan Berkelanjutan,” tutupnya. (don pattisahusiwa/tim medua bazna smakassar)


Tinggalkan Komentar