Sunday, October 25, 2026

Mulia Makassar

My WordPress Blog
FLASH
ADVERTISEMENT (slot 2)
ADVERTISEMENT (slot 3)
Uncategorized

MULIA, Solidaritas Ormas APPI di Tengah Korban Kebakaran Pampang

MULIA MAKASSAR,COM:

Di tengah duka korban kebakaran di Pampang, Kecamatan Panakkukang, terlihat secercah harapan hadir dari jiwa-jiwa muda yang peduli. Organisasi Masyarakat-Angkatan Pembaharuan Pemuda Indonesia (Ormas-APPI) misalnya.

Kehadiran Ormas yang digagas pendiriannya oleh H. Irfan Darmawan NM, SH dan kawan kawan, awal tahun lalu, Ahad, 18 Oktober 2026 hadir di tengah tengah korban kebakaran, tepatnya di Pampang V, RT 02/RW 02. Kebakaran yang terjadi Sabtu, 17 Oktober 2026 itu mengakibatkan 7 rumah terdampak, 5 rumah Ruska berat, 2 rumah rusak ringan, dan 10 Kepala Keluarga yang terjadi 40 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Kehadiran jajaran APPI di tengah derita warga, bukan sekadar membawa simbol organisasi semata, melainkan sebagai manifestasi nyata seperti yang disebut sosiolog modern sebagai ‘civic engagement’, atau keterlibatan sipil. Dimana, peran aktif dan langkah cepat Ormas APPI dalam membantu korban kebakaran, di antaranya, menyerahkan bantuan sembako, membuka posko, dan membuka donasi bantuan kemanusiaan guna meringankan beban korban kebakaran, adalah sebuah tindakan paling MULIA.

Mewakili Ketua Umum DPP APPI, Ketua Harian, Mansyur didampingi Ketua DPC APPI Kecamatan Panakkukang, Dr.Muchlis di sela sela penyerahan bantuan mengemukakan, aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk panggilan kemanusiaan dan wujud nyata fungsi sosial APPI sebagai agen perubahan sosial. 

Dalam pandangan modern, aksi sosial tidak lagi diukur dari seberapa banyak barang yang dibantu, tetapi dari kecepatan merespons, atau apa yang diberi nama ‘speed of respon’, dan tepat pada sasaran.

Disinilah, jajaran APPI menampilkan gerakan metamorfosis yang bergerak lincah tanpa birokrasi yang berbelit. Di sini pula, DPP-APPI menampilkan gerakan metamorfosis pemuda kontemporer, bergerak lincah tanpa birokrasi yang berbelit,” tuturnya.

Mansyur menyebut, bantuan yang dibawa kepada korban bencana juga bukan hasil dari penggalangan dana konvensional yang memakan waktu lama. “Ini adalah produk dari ekosistem jaringan sosial modern, di mana layanan darurat dari pengurus APPI langsung terhubung dengan kesadaran kolektif dalam menghitung jam, melalui grup WA DPP – APPI,” urainya.

Menurutnya, jajaran APPI di semua tingkatan, tidak boleh tinggal diam ketika melihat saudara-saudara di Pampang, atau di tempat lain sedang diuji dengan musibah kebakaran. Sebab, para korban membutuhkan uluran tangan. Apa pun bentuk bantuan, sekecil apa pun itu, akan sangat berarti untuk mengembalikan senyum para korban.

Seperti diketahui, dengan mengenakan atribut Ormas APPI, dipadukan dengan semangat jiwa muda, para kader berjalan membawa kardus-kardus berisi bantuan. Di tengah tengah korban, baik ketua harian, maupun Ketua DPC Panakukkang, serta tim menyalami satu per satu korban. Tidak ada jarak. Mereka mendengarkan cerita-cerita pilu dari para korban yang kehilangan tempat tinggal dalam hitungan menit.

“Kami datang bukan sekedar membawa bantuan materi, tapi kami ingin memastikan bahwa korban kebakaran di Pampang tidak merasa sendirian. APPI ada bersama mereka,” urai Mansyur, seraya mengajak ‘mari ulurkan tangan, ringankan beban dan hadirkan harapan bagi saudara saudara kita, para korban kebakaran.
Sekecil apapun bantuan kita, sangat berarti bagi mereka. Satu komando, satu perjuangan, APPI Jaya.

Aksi APPI ini menyampaikan pesan penting bahwa, kepedulian sosial adalah gaya hidup, atau gaya hidup baru yang tepat sasaran. Bahwa esensi dari pemuda bukanlah mereka yang paling fasih mengkritik sistem, tetapi yang turun tangan ketika sistem tersebut sedang diuji oleh musibah. (din pattisahusiwa/bidang sosial dpp appi).


Tinggalkan Komentar