Friday, October 23, 2026

Mulia Makassar

My WordPress Blog
FLASH
ADVERTISEMENT (slot 2)
ADVERTISEMENT (slot 3)
Keuangan, Makassar

Ifke Manan dari Bank Permata Syariah Sebut, BAZNAS ‘Penggerak Kebaikan’

Exekutive Branch Coordinator Sulawesi, Ifke Manan, bersama Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS , H. Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si

MULIAMAKASSAR,COM:

Di tengah dinamika dunia perbankan modern yang seringkali diukur dari deretan angka profitabilitas dan grafik pertumbuhan aset, ada satu mata uang sosial yang nilainya jauh melampaui materi, yaitu kepercayaan, dan kepedulian.

Di sisi lain, bank sering dipandang sebagai menara gading ekonomi. Namun, melalui kemitraan strategis dengan BAZNAS, bank-bank besar seperti Bank Permata Syariah membuktikan bahwa, roda keuangan juga bisa menggerakkan roda kesejahteraan umat.

Demikian di antara yang mengemuka di sela sela sosialisasi, sekaligus pembukaan rekening Payroll kepada jajaran BAZNAS Kota Makassar, Selasa, 20 Oktober pagi hari ini. Hadir dari manajemen Bank Permata Syariah antara lain Devision Head Region Kalimantan-Sulawesi, Sahmil Ikhwan, dan Exekutive Branch Coordinator Sulawesi, Ifke Manan, bersama tim.

Sementara pimpinan BAZNAS dihadiri Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan H. Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si dan Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, H.Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd.

Baik Sahmil Ikhwan, maupun Ifke Manan sama sama mengaku berbangga atas antusias pimpinan, maupun jajaran BAZNAS yang serius mendengar sosialisasi tim Bank Permata Syariah. Dalam pandangan perbankan syariah, demikian tim Bank Permata Syariah, sistem keuangan Islam tidak dirancang hanya untuk mencari keuntungan (profit-oriented), melainkan juga mendistribusikan kesejahteraan.

Ifke Manan di antaranya menambahkan, BAZNAS adalah penggerak kebaikan. Pandangan Ifke Manan ini dilatari, di tengah lanskap ekonomi modern yang bergerak serba cepat, di mana angka-angka pertumbuhan sering kali menjadi tolok ukur utama kemajuan, maka ada dimensi lain yang tak boleh diabaikan, yaitu, dimensi kemanusiaan dan keadilan sosial.

Jika perbankan syariah diibaratkan sebagai mesin penggerak ekonomi makro—yang memutar roda bisnis, membiayai usaha, dan menjaga stabilitas moneter, maka BAZNAS adalah jantung nurani sosialnya.

Dari sudut pandang perbankan syariah, BAZNAS bukan sekadar lembaga pengumpul dana sosial, melainkan strategis partner (mitra strategis) dan penggerak utama kebaikan yang melengkapi misi besar keuangan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Karena itu, melalui kolaborasi dengan BAZNAS, tentunya Bank Permata Syariah, melihat celah pemberdayaan ini terisi. Dana ZIS, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang dikelola BAZNAS menjadi instrumen penyeimbang. Ketika bank syariah fokus pada pertumbuhan ekonomi melalui sektor riil, BAZNAS hadir mengentaskan kemiskinan ekstrem dan membangun ketahanan sosial melalui program-program produktif.

Menanggapi Ifka Manan soal BAZNAS Penggerakan Kebaikan, baik H. Usman Sofyan, maupun H. Ahyar Amnur (wakil ketua I dan III) sama sama mengakui, BAZNAS memiliki infrastruktur yang menjangkau banyak kalangan. Dan, ketika suatu saat lembaga keuangan menyalurkan dana melalui BAZNAS, mereka tahu bahwa dana tersebut dikelola dengan prinsip 3S yaitu Aman Regulasi, Aman Syar’i, dan Aman NKRI.

BAZNAS juga telah sukses mengubah wajah zakat dari yang dulunya konsumtif menjadi produktif—melalui program-program ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang menyentuh akar rumput. Untuk itu, Yusran Sofian, maupun Ahyar Amnur menuturkan, frasa dan makna di balik “Penggerak Kebaikan” seperti dituturkan Ifka Manan menyiratkan bahwa, kebaikan itu sendiri bukanlah sesuatu yang pasif, melainkan positif.

Semoga langkah kolaboratif ini terus menjadi inspirasi, menyalakan lebih banyak lentera harapan dalam mengangkat harkat hidupo dan kehidupan ummat. (din pattisahusiwa/ time media banzas makassar)


Tinggalkan Komentar