Makassar, MULIA,com;
Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Makassar, Prof.Yusriani,SKM,M.Kes, mengemukakan pentingnya kerja sama tim yang solid. Dalam konteks lembaga pemerintah nonstruktural, seperti BAZNAS kesolidan tm, tentunya guna menyatukan kesamaan visi.
Pernyataan itu mengemuka di sela sela pertemuan perdana Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar periode 2026/2031 dengan Kepala Bagian (Kabag) IV Fitriani Ramli bersama staf masing-masing Asrijal Syahruddin, Muh.Irfan, dan Syarifuddn Pattisahusiwa. Dua staf lainnya yakni Sudirman N, dan Mawaddah Warahmah, sedang bertugas penyaluran daging DAM Haji 2026.
Kerja sama tim, jelas Prof.Yusriani, tentunya menghilangkan rasa saling menghargai antar sesama staf, dan yang lebih penting adalah mencintai bidang tugas. Staf di bidang SDM misalnya harus mampu mendukung kelancaran operasional semua bidang yang ada di BAZNAS, baik Bidang I Pengumpulan, Bidang II Pendistribusian dan Pendayagunaan, maupun bidang III Keangan dan Pelaporan.
Seperti diketahui bersama bahwa, manajemen SDM yang kuat harus mampu memastikan setiap staf memiliki pola pikir yang selaras. Ketika tim pengumpul zakat (fundraising) berkoordinasi erat dengan tim pendistribusian dan tim SDM, maka terciptalah ekosistem kerja yang transparan dan akuntabel.
Di sisi lain, tim kerjasama bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah perjalanan. Oleh karena itu, tentunya membutuhkan komunikasi yang terbuka, empati antar rekan kerja, dan komitmen yang tak tergoyahkan dalam pelayanan baik kepada mustahik, maupun muzakki.
Prof.Yusriani menambahkan, yang dibutuhkan dalam sebuah organisasi, seperti BAZNAS adalah pengelolaan SDM yang baik. Sebab, sering kali muncul adanya sekat-sekat unit kerja. Sering kali, antara satu divisi dengan divisi lain berjalan sendiri-sendiri, seolah memiliki visi yang berbeda, padahal mereka berada di bawah satu atap yang sama.
“Koordinasi adalah penyamaan frekuensi kerja, agar setiap staf mengetahui bahwa, apa yang mereka lakukan hari ini berdampak langsung pada kesejahteraan umat,” katanya, seraya mengakui, jika seluruh tim bekerja secara maksimal maka terciptalah tim yang kokoh. Dengan tim yang kokoh dan satu frekuensi, BAZNAS Makassar tidak hanya akan menjadi lembaga penyalur bantuan, namun menjadi lokomotif perubahan sosial yang mampu membawa harapan dan kesejahteraan bagi banyak orang.
Sebelum mengakhiri rapat perdana tersebut juga mengemuka, dalam sebuah organisasi sebesar BAZNAS, tentunya aset yang paling berharga bukanlah sekedar angka perolehan zakat, infak, dan sedekah yang dicatat di neraca, melainkan “tangan-tangan” yang menggerakkannya. Dan, salah satu kata kunci yang menjadi mesin penggerak keberhasilan organisasi adalah koordinasi. (din pattsahusiwa/tim media baznas makassar)