MULIAMAKASSAR,COM:
Maulid Nabi kolaborasi Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Masjid HM. Asyik, Kamis, 10 September hari ini terasa istimewa. Keistimewaan maulid 1448 H ini, karena baru pertama kali sebuah kolaborasi sektor lintasal yang solid, amanah, dan ber-DAMPAK dilakukan.
Strategi kerja sama ini membuktikan bahwa, cinta kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui lantunan shalawat lisan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menggetarkan hati nurani.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema merdu, menenangkan jiwa yang mendengarkan. Lantunan shalawat Mahallul Qiyam yang dikumandangkan bersama-sama seketika membuat bulu kuduk merinding.
Di detik-detik itu, seolah terbentang jalinan rindu yang menghubungkan hati para jemaah dengan sosok mulia pembawa risalah cinta, Nabi Muhammad SAW.
Walikota Makassar diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan di tengah tengah seribuan jemaah pada maulid bertema “Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia” itu mengaku bangga dengan kolaborasi lintas sektor tersebut.
Mantan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar juga menyampaikan salam hangat dari Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. “Bapak Walikota kepingin hadir bersama jamaah di Maulid hari ini, hanya saja kebetulan ada kegiatan yang tak kalah penting di luar kota. Beliau titip salam hangat,” ujarnya.
Kakandepag Kota Makassar, Dr.H.Muhammad, S.Ag dalam ceramah Maulid mengurai sejarah Nabi Muhammad, mulai dari Mekkah hingga hijrah ke Madinah. “Kemuliaan Nabi Muhammad tidak ada tandingannya. Beliau benar-benar utusan Allah yang mendapat gelar Al-Amin. Sosok teladan, menjalani kehidupan yang penuh dengan kehidupan yang berharga.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian mengemukakan, di hari yang mulia kali ini, dengan tidak menyerahkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Mulai dari bantuan pendidikan, hingga UMKM. Jumlahnya pun lumayan. (din pattisahusiwa)