MULIAMAKASSAR,COM:
Jajaran Pemerintah Kota Makassar, bersama BAZNAS Kota Makassar, para ulama, pimpinan Ormas Islam, dan ummat Islam menggelar shalat Istisqa di pelataran masjid Al-Markaz Al Islami, Sabtu, 5 September pagi tadi. Ribuan jamaah yang dipimpin Walikota Makassar, Munafri Arifuddin dalam Istisqa itu memohon, kiranya Allah menurunkan hujan di saat kemarau memanjang kali ini.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA membenarkan media ini mengapresiasi Walikota Makassar yang menggagas Istisqa ini.
H. Usman Sofian–tokoh muda yang memiliki pengalaman panjang dalam mengelola organisasi, membangun sinergi lintas elemen, serta komitmen terhadap pelayanan publik mengakui bahwa dalam pandangan filantropi yang diusung BAZNAS, masalah kekeringan bukanlah isu sektoral. Melainkan bencana kemanusiaan yang mengancam ketahanan pangan, kesehatan, dan kesejahteraan mustahik (golongan yang berhak menerima zakat).
Untuk itu, ketika Walikota Makassar, dan perangkat OPD, BAZNAS Makassar, dan Ormas Islam turun tangan memimpin umat berdoa bersama, hal ini menciptakan kohesi sosial begitu menguat. Masyarakat disadarkan bahwa di balik kemajuan Kota Makassar, ada ketergantungan mutlak kepada kekuasaan Allah SWT, sekaligus mengingatkan akan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama yang terdampak kekeringan.
Ketika pemimpin kota ini (walikota) bersama jajarannya, bersama BAZNAS Makassar, para ulama, termasuk imam, Dr.KH. Hasan Basri, dan khatib adalah Imam Besar Masjid Al Markaz Al Islami, Prof. Dr. KH. Mummar Bakry, Lc, M.Ag, serta Ormas Islam, dan lainnya mengumpulkan doa di pelataran masjid yang mubarakah ini (Al-Markaz Al-Islami) meminta kepada Sang Khalik Allah SWT menurunkan hujan, maka kita harus berkayakinan Allah akan memenuhi permintaan ummatnya,” urai Uso-sapaan akrabnya.
Menurutnya, BAZNAS Makassar memandang, Istisqa dan kerja-kerja kemanusiaan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Dan tentunya Istisqa juga mengajarkan tentang pengerasan hati manusia di hadapan Sang Pencipta. Di mata BAZNAS, fenomena ini adalah potret keindahan Islam di Kota Makassar, di mana zikir, doa, dan kepedulian sosial berpadu dalam satu tarikan nafas.
Sebelum menutup pernyataannya, Uso juga memberikan himbauan agar masyarakat waspada terhadap kebakaran di musim kemarau.
“Kami menghimbau jangan membakar lahan, semak belukar, dan sampah sembarangan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, jangan lupa cabut colokan Chager HP, dan colokan listrik lainnya bila sudah tidak terpakai. Jangan lupa matikan kompor saat hendak tidur atau keluar rumah,” seraya menambahkan, buanglah sampah pada tempatnya, jangan dibakar, jaga lingkungan tetap bersih, dan laporkan bila melihat asap atau api. Ajak keluarga dan tetangga untuk peduli pencegahan kebakaran, perbanyak sedekah dan doa sebagai penolak bala’bencana. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar).