Saturday, September 12, 2026

Mulia Makassar

My WordPress Blog
FLASH
ADVERTISEMENT (slot 2)
ADVERTISEMENT (slot 3)
Makassar

Appi Gagas Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional

MULIAMAKASSAR,COM:

Dinamika kota metropolitan Makassar bergerak begitu cepat. Termasuk di dalamnya, ada satu hal yang tidak terlewatkan, yaitu dorongan kepedulian sosial. Kepedulian inilah, sehingga saat menerima pimpinan BAZNAS Kota Makassar yang dipimpin H. Usman Sofian, di ruang kerjanya, Kamis, 3 September 2026, Walikota Makassar Munafri Arifuddin memberikan amanah dan kepercayaan kepada jajaran lembaga pemerintah nonstruktural itu menggagas Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional.

Kota Filantropi Nasional, bukan sekedar slogan di atas kertas, melainkan sebuah revolusi kultural dan spiritual. Oleh karena itu, sebagai garda terdepan dalam pengelolaan dana keagamaan sosial, BAZNAS Makassar memandang langkah walikota sebagai bentuk kehadiran negara (dalam hal ini pemerintah kota) untuk mengorkestrasi kebaikan.

“Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional, adalah sebuah ikhtiar spiritual “membumikan langit”. Sebab, kota yang maju bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonominya yang tinggi atau infrastrukturnya yang megah, tetapi dari sejauh mana warganya yang kuat melindungi yang lemah, dan yang berpunya peduli pada yang tak punya,” dia didampingi Wakil Ketua I, II, III, dan IV (H. Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, Ahyar Amnur, dan Prof. Yusriani), serta Kabag III Badan Awan. Sementara Walikota didampingi Kabag Kesra Muh. Syarief, dan Kadis Sosial Andi Bukti Djufrie

Usman Sofian meyakini, jika gagasan ini lahir, dan dikawal, serta dijalankan dengan transparansi dan akuntabilitas tinggi, maka Makassar tidak hanya akan menjadi barometer nasional dalam pengelolaan zakat dan filantropi, tetapi juga akan menjadi kota yang diberkahi—di mana kemakmuran berjalan seiring dengan keadilan sosial.

Bagi BAZNAS Kota Makassar, jelas H. Usman Sofian, gagasan Walikota Makassar tersebut disambut bukan hanya dengan senang hati, melainkan dengan degup jantung optimisme. Mengapa? Karena filantropi—cinta kasih kepada sesama yang diwujudkan dalam bentuk derma, infak, sedekah, dan zakat—telah lama hidup dalam masyarakat Makassar yang dikenal dengan budaya siri’ na pacce dan semangat gotong royong.

“Bagi kami di BAZNAS Makassar, gagasan Bapak Appi (sapaan akrab Munafri Arifuddin) Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional, tentunya menjadi angin segar untuk mengintegrasikan potensi dana umat yang selama ini masih tersebar dan berjalan sendiri-sendiri. Apalagi dengan populasi yang majemuk dan geliat ekonomi, Makassar memiliki potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang luar biasa besar. Tak tanggung-tanggung, potensinya mencapai 1,4 triliun rupiah,” tutur Uso—sapaan akrabnya.


Tinggalkan Komentar